Home » Disaster Prevention » Pengendalian Banjir TMA – Bagian 4: Sistem Dam

Pengendalian Banjir TMA – Bagian 4: Sistem Dam

Kembali meneruskan seri Pengendalian Banjir TMA, semoga ada manfaat yang bisa diambil dari ulasan kali ini. Dari sisi sumberdaya alam, Indonesia jauh lebih kaya daripada Jepang. Indonesia memiliki minyak bumi, batu-bara, gas alam, mineral & bahan tambang, hutan tropis yang luas, tanah yang subur, lahan yang luas, garis pantai yang panjang, perairan yang kaya hasil laut, dan banyak lagi keunggulan lain yang kita miliki. Lalu apa yang membuat Jepang bisa jauh lebih maju? Mungkin jawabannya akan seragam: manusianya. Opini pribadi saya, mereka adalah pekerja keras yang pandai bersyukur (entah bersyukur terhadap siapa). Salah satu sikap syukur mereka adalah dengan menganggap air sebagai sumberdaya dan memanfaatkannya dengan bijak. Dari sejak sekolah dasar kita diajarkan dan disuruh menghapal bahwa air adalah sumberdaya. Apakah sekarang kita benar-benar memperlakukan air sebagai sumberdaya? Tapi tentu tulisan ini tidak akan memuat perbandingan antar manusia.

Ulasan kali ini akan berfokus pada pengelolaan aliran air permukaan (sungai dan danau) dengan menggunakan dam. Sekitar 70% sumber air bersih di Jepang berasal dari air permukaan (sungai & danau), 30% sisanya dari air tanah dan sedikit dari air laut. Bagi saya pribadi, angka 70% itu cukup mengagumkan, ini menunjukan tingginya kualitas air permukaan di Jepang, rendahnya pencemaran, debit yang terjaga sepanjang musim, distribusi yang merata, sistem pengeolaan yang tertata dengan baik. Sebaliknya dengan Indonesia, kota Bandung lebih khususnya, sumber air bersih kota Bandung 60% berasal dari air tanah (Wirakusumah, 2006). Jumlah 60% itu terus bertambah mengingat pencemaran dan pendangkalan sungai yang semakin buruk, kondisi kerusakan lingkungan di sekitar mata air, populasi yang semakin banyak, perumahan-perumahan baru yang membangun sistem penyediaan air bersihnya dari air tanah, dan sebab-sebab lainnya. Apa salahnya dengan penggunaan air tanah? Nanti akan diulas di edisi lainnya.

Bagaimana Jepang bisa mendapatkan 70% air bersih dari aliran permukaan? Bagaimana juga Tokyo yang sangat rendah dan lebih landai dari Jakarta bisa terhindar dari banjir? Salah satu kunci suksesnya adalah sistem dam yang baik. Secara umum dam berfungsi sebagai penampung air yang selanjutnya dikelola untuk pemenuhan kebutuhan manusia; kebutuhan air minum dan air bersih, irigasi pertanian, sumber energi listrik, pengendali debit banjir, tempat ekowisata, dan manfaat lainnya.

Tabel di bawah ini menampilkan data jumlah dam berukuran besar (tinggi lebih dari 15 m atau menampung lebih dari 3 juta m3 air) dan perbadingan luas daratan dengan jumlah dam di beberapa negara. Negara-negara yang masuk di Tabel tersebut dipilih berdasarkan kemiripannya dengan Indonesia dari beberapa faktor; luas wilayah dan populasi ( China, USA, Brazil, India), kondisi sosial, ekonomi, budaya (negara-negara Asia Tenggara), dan tentunya Jepang sebagai pembanding utama. Bisa kita lihat bahwa Jepang merupakan negara yang memiliki sangat banyak dam meskipun luas daratannya kecil, sedangkan Indonesia berada di peringkat 9 hanya unggul dari Philippines. Tabel ini bisa mengindikasikan bahwa sistem pengelolaan dan pemanfaatan aliran air permukaan kita masih sangat rendah.

Jumlah Dam dan perbandingannya dengan luas daratan (Adaptasi dari ICOLD)

Jumlah Dam dan perbandingannya dengan luas daratan (Adaptasi dari ICOLD)

Di wilayah Kanto saja (yang tidak lebih luas dari Jawa Barat) terdapat sedikitnya lebih dari 30 dam yang berada dalam sistem aliran sungai Tone, sungai Ara, dan beberapa sungai lainnya yang lebih kecil. Jumlah terbanyak berada di daerah hulu yaitu di Prefektur Gunma (20 dam) dan Prefektur Tochigi (8 dam). Di Tokyo sendiri hanya terdapat 1 dam (3 dam dalam 1 rangkaian) yang terletak di pinggiran kota. Tentunya pemerintah daerah setiap prefektur harus memiliki kesepahaman atas rencana tata-guna lahan sehingga pembangunan dam ataupun infrastruktur lainnya bisa selaras membentuk suatu sistem yang rapi. Info mengenai detail dam di Jepang bisa dilihat pada laman damjapan. Gambar-gambar di bawah ini merupakan gambar beberapa dam yang ada di Jepang.

Gambar 1. Dam Ogochi di pinggiran kota Tokyo (Sumber: Tokyobling)

Gambar 1. Ogouchi Dam di pinggiran kota Tokyo (Sumber: Tokyobling)

Gambar 2. Ogouchi Dam dan Danau Okutama (Sumber: Tokyobling)

Gambar 2. Ogouchi Dam dan Danau Okutama (Sumber: Tokyobling)

Gambar 3. Miyagase Dam di Kanagawa (Sumber: wikipedia)

Gambar 3. Miyagase Dam di Kanagawa (Sumber: wikipedia)

Gambar 4. Kusaki Dam di Gunma (Sumber:  wikipedia)

Gambar 4. Kusaki Dam di Gunma (Sumber: wikipedia)

Gambar 5. Fujiwara Dam di Gunma (Sumber: wikipedia)

Gambar 5. Fujiwara Dam di Gunma (Sumber: wikipedia)

Dari sudut pandang pelestarian lingkungan, sebagian orang berpendapat bahwa dam itu merusak ekosistem. Tetapi itu masih diperdebatkan, pada dasarnya setiap perilaku manusia ada sisi manfaat dan mudharatnya, tinggal bagaimana kita menimbang sesuatu dengan bijak agar lebih menghasilkan manfaat daripada mudharat. Seperti yang saya kutip dari wwf.panda.org yang cukup perhatian terhadap permasalahan dam ini:

Dams are built to irrigate crops, generate energy from hydro power, improve navigation, control floods, and supply water. But when they are not built or operated appropriately, they can ravage rivers and destroy livelihoods.

Apakah waduk Jatiliuhur lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya? Apakah langkah pemerintah Jakarta untuk bekerja sama dengan daerah tetangganya untuk membuat waduk-waduk dan sodetan baru adalah langkah yang tepat? Sekali lagi, pembangunan infrastruktur selalu ada manfaat dan mudharatnya, tinggal bagaimana kita menimbang dan menetapkan pilihan yang bijak.

-RAS-

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: