RESULTAN ENGINEERING

Home » Disaster Prevention » Pengendalian Banjir TMA – Bagian 2: Terowongan Pengendali Banjir Kasukabe

Pengendalian Banjir TMA – Bagian 2: Terowongan Pengendali Banjir Kasukabe

Melanjutkan ulasan sebelumnya, bagian ke-2 dari seri Pengendalian Banjir TMA akan mengulas tentang salah satu infrastruktur yang menjadi bagian penting dalam usaha pemerintah Jepang untuk menjaga TMA dari bahaya banjir yaitu terowongan pengendali banjir Kasukabe (G-Cans Project). Ulasan mengenai fasilitas ini bukanlah sesuatu yang baru, banyak sumber-sumber lain yang juga menginformasikan terowongan ini sebagai penjaga Tokyo dalam menghadapi banjir. Tetapi dalam hal ini penulis ingin menekankan bahwa G-Cans Project merupakan bagian terintegrasi dari keseluruhan upaya penanggulangan banjir yang fungsi dan kondisinya akan sangat dipengaruhi oleh infrastruktur dan kondisi di daerah lain.

Sistem penanggulangan banjir ini berlokasi di Kasukabe-Saitama, sekitar 1-1.5 jam perjalanan darat dari Tokyo ke arah utara. Bisa diartikan bahwa terowongan ini berada di sekitar tengah aliran (antara hulu-hilir) sungai-sungai yang melintasi Kanto tepat sebelum memasuki Tokyo. G-Cans project merupakan terowongan (saluran pelimpah air bawah tanah) yang berfungsi untuk mengalihkan air dari sungai-sungai di dataran rendah Saitama-Tokyo menuju sungai Edo (Edogawa) yang relatif lebih besar meskipun tidak sebesar Arakawa dan Tonegawa.

Pada saat Kanto dilanda tayfun dan mendapatkan debit air yang sangat besar, sungai-sungai kecil dan sungai-sungai yang berada di dataran rendah Kanto akan penuh dan berpotensi untuk meluap. Untuk menghindarinya maka dibuat lubang besar di sekitar sungai-sungai tersebut untuk mengalihkan aliran ke bawah tanah untuk ditampung sementara dan dipompa naik ke sungai Edo untuk dialirkan ke muara. Secara sederhana, prinsip kerja saluran  dapat dilihat melalui skema di bawah ini:

Gambar 1. Kondisi normal

Gambar 1. Kondisi normal

Pada saat kondisi normal, sungai-sungai kecil  masih mampu menampung debit air permukaan. Terowongan bawah tanah tidak berfungsi sebagaimana mestinya tetapi masih dimanfaatkan untuk kunjungan wisata dan studi bagi umum.

Gambar 2. Kondisi banjir

Gambar 2. Kondisi banjir

Jika terjadi tayfun, maka akan banyak kawasan pemukiman dan industri yang terendam karena sungai-sungai tidak mampu menampung debit yang terlalu cepat peningkatannya.

Gambar 3. Kondisi pada saat saluran dan pompa difungsikan

Gambar 3. Kondisi pada saat saluran dan pompa difungsikan

Pintu-pintu air di dekat sungai-sungai kecil dibuka sehingga air banjir bisa masuk ke saluran bawah tanah dengan sangat cepat. Pompa berkekuatan besar digunakan untuk memindahkan air banjir ke sungai Edo sehingga banjir tertanggulangi.

Beberapa informasi umum dan teknis yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber dan kunjungan langsung diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Terdapat 5 pintu air menuju penampungan bawah tanah dengan ketinggian 65m dan diameter 32m.
  • 5 Pintu air dihubungkan oleh saluran horizontal sepanjang 6.3km dan diameter 10m.
  • Elevasi saluran = 50m di bawah kota Kasukabe
  • Dimensi ruang penampungan: panjang 177m, lebar 78m, tinggi 25.4m.
  • Terdapat 59 pilar kolom di dalam ruang penampungan yang menyangga tanah & fasilitas di atasnya.
  • Daya yang dibutuhkan pompa = 10MW, setara 78×14000 hp (tenaga kuda).
  • Kapasitas pompa 200m3/detik
  • Proses konstruksi selama 17 tahun (1992-2009) dangan menelan biaya sebesar 240 milyar yen, atau sekitar 25 trilyun rupiah.
Gambar 4. Saluran vertikal untuk pompa

Gambar 4. Saluran vertikal untuk pompa & kontrol

Gambar 5. Ruang penampungan air

Gambar 5. Ruang penampungan air

Apakah Jakarta membutuhkan fasilitas seperti ini? Sepertinya diperlukan kajian mendalam dari berbagai aspek untuk bisa mendapatkan solusi terbaik, tidak hanya bagi Jakarta tetapi juga bagi daerah lain yang menyumbang sumberdaya alamnya untuk membangun Jakarta.


1 Comment

  1. Bramono Triadi says:

    ngeriiii kaliiii….mantab brokkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: